Daeng Moh.Abdurrahman Kaharuddin (Sultan Sumbawa ke-17)

Posted: April 18, 2011 in Tokoh

Bergelar Sultan Muhammad Kaharudin IV meneruskan dinasti orang tuanya Muhammad Kaharuddin III (Daeng Manurung) yang telah meninggal dunia pada tahun 1975. Ini berarti selama 36 tahun terjadi kekosongan kesultanan Sumbawa.

istrinya Andi Tenri Djadjah Burhanudin, berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan.

penobatan dilakukan oleh Haji Zainal Arifin selaku Imam di Masjid Agung Nurul Huda – tempat acara penobatan  – yang berjarak 200 meter dari rumah tinggalnya di Bala Kuning, atau hanya belasan meter dari Istana Dalam Loka. ‘’Acaranya di dalam masjid tanpa dihadiri orang perempuan,’’ ujar pengarah acara Muhammad Ikraman.

Di Masjid Agung, penobatan sultan tidak dilakukan dengan pengambilan sumpah, melainkan Sultan membacakan sumpahnya sendiri dengan bahasa Arab disaksikan Imam Masjid Agung.

Sultan bersumpah sebagai orang yang ditakdirkan sebagai Sultan. Isinya antara lain kalau Sultan tidak adil maka dirinya akan dilaknati Al Quran 30 Juz. Usai sumpah itu, Sultan selanjutnya melantik pengurus Tana Adat Samawa.

Penobatan Sultan itu adalah yang pertama sejak 80 tahun lalu. Ini adalah penobatan pertama sejak Kesultanan Sumbawa menyatakan bergabung dalam negara kesatuan Republik Indonesia. Harusnya Sultan naik tahta pada 1975 silam, sesaat setelah ayahnya Sultan Muhammad Kaharuddin III mangkat. Namun penobatan sultan waktu itu diputuskan ditunda.

Sultan banyak menghabiskan waktunya di luar Pulau Sumbawa. Dia berkarir di Bank Bumi Daya, sebelum dimerger menjadi Bank Madiri. Di Bank BUMN itu, Sultan terakhir sebagai Direktur Muda, dan pensiun tahun 1998.

Ada sepuluh raja se Indonesia yang akan hadir. Mereka antara lain Gusti Kanjeng Ratu Hemas istri Sultan Hamengku Buwono X dari DI Yogyakarta, Ida Tjokorda Ngurah Dampu Pemecutan Bali, Nesi Nope Amanuban dari Niki-Niki Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya, Kaharuddin yang lebih dikenal Daeng Ewan yang dilahirkan di Sumbawa Besar, 5 April 1941 dikukuhkan sebagai Sultan Sumbawa berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 05/MR-LATS/2.1/1432-2011 sewaktu dilakukan Muzakarah Rea Lembaga Adat Tanah Samawa (LATS) , pada Januari lalu di Istana Dalam Loka.

Pengukuhan ini dilakukan atas dasar pandangan dan amanat dalam Muzakarah Rea LATS, juga memperhatikan posisi DMA Kaharuddin yang telah dinobatkan sebagai putra mahkota sejak kelahirannya. SK pengukuhan ini diteken Ketua Panitia Mudzakarah Rea LATS, Prof. DR. Syaifuddin Iskandar yang juga Rektor Universitas Samawa di Sumbawa Besar.

foto Sultan Sumbawa Sebelumnya

sumber gambar : http://www.google.com

Komentar
  1. rehanz mengatakan:

    Sumbawa semoga lebih hidup lg dengan pengangkatan sultan….amien…..

    hidup tana samawa,,,,,mari kita sukseskan pembentukkan provinsi pulau sumbawa…

  2. astha mengatakan:

    akhirnya!!!

  3. echa mengatakan:

    ayo samawa hdup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s